SUKAMARA – Sebanyak 61 regu ambil bagian dalam Pawai Pembangunan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sukamara, Sabtu (29/8). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Mini Masjid Agung Ad-Durun Nafiz tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kreativitas peserta.

Pawai pembangunan diselenggarakan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sukamara. Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Sukamara H. Masduki, Wakil Bupati Nur Efendi, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, serta tamu undangan terkait.

Kepala Disporapar Sukamara Mansur Adabi menjelaskan, peserta pawai terbagi dalam sejumlah kategori. Dari tingkat sekolah dasar atau sederajat terdapat 14 regu, tingkat SMP atau sederajat enam regu, dan tingkat SMA atau sederajat sebanyak tiga regu.

Selanjutnya, peserta dari lingkungan SOPD mencapai 27 regu, sedangkan kategori umum diikuti 11 regu. Dengan demikian, jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti Pawai Pembangunan tahun ini mencapai 61 regu.
Mansur mengatakan, masing-masing peserta telah menyiapkan berbagai penampilan untuk memeriahkan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan. Keberagaman kategori peserta juga menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan agar pawai dapat diikuti berbagai unsur masyarakat.

Sementara itu, Bupati Sukamara H. Masduki melihat Pawai Pembangunan tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menampilkan sekaligus mengenalkan kekayaan seni, budaya dan adat istiadat yang dimiliki daerah.

Menurut Masduki, berbagai kreativitas, inovasi seni, budaya, adat istiadat, serta keberagaman pakaian dan busana daerah merupakan jati diri sekaligus kekayaan Kabupaten Sukamara yang harus terus dilestarikan.
“Budaya dan adat istiadat merupakan jati diri dan kekayaan Kabupaten Sukamara. Ini penting untuk terus kita lestarikan,” kata Masduki.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal. Generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal budaya daerah, tetapi juga memiliki rasa cinta dan bangga serta mampu mengembangkan budaya tersebut mengikuti perkembangan zaman.

Masduki juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur. Pembangunan manusia, pelestarian budaya, serta penguatan identitas daerah menurutnya merupakan bagian yang tidak kalah penting dalam pembangunan Sukamara.

“Jangan sampai budaya hanya menjadi tontonan, tetapi harus menjadi kekuatan dan kebanggaan daerah,” tegasnya.
Selain budaya, kekayaan tradisi dan potensi alam Sukamara juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari sektor pariwisata. Pemerintah daerah mendorong agar potensi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung. Kondisi cuaca yang relatif kering dan potensi kemarau lebih panjang perlu diantisipasi bersama, terutama terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

Pawai Pembangunan menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sukamara. Selain menjadi ajang hiburan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya dan identitas daerah.(bib)