NANGA BULIK — Media siber tidak hanya sekadar menyampaikan berita, tetapi juga berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Lamandau, Risky Aditya Putra, saat menghadiri pelantikan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lamandau, Senin (21/7), di Aula Kantor BappedaLitbang, Jalan Bukit Hibul Timur, Nanga Bulik.

Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Risky menyampaikan bahwa transformasi digital telah mengubah wajah komunikasi publik. Di tengah arus perubahan itu, media siber memiliki tanggung jawab besar untuk tetap menjadi sumber informasi yang kredibel dan edukatif.

“Teknologi seperti AI, big data, hingga realitas virtual telah membentuk cara baru dalam kita berinteraksi dan bekerja. Tapi esensi informasi yang berimbang dan bertanggung jawab tetap menjadi kunci,” ujarnya.

Bupati menilai kehadiran SMSI di Kabupaten Lamandau sebagai mitra penting dalam menyuarakan pembangunan, mengedukasi masyarakat, dan mengawal transparansi pemerintahan. Ia mendorong agar insan pers terus memegang teguh etika jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kolaborasi positif dengan media, terutama dalam membangun narasi-narasi pembangunan yang membangkitkan semangat partisipasi masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh media yang tidak hanya kritis, tetapi juga konstruktif. Kolaborasi yang sehat antara pemerintah dan media adalah pondasi kemajuan daerah,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan, Bupati Risky optimis Lamandau bisa menjadi daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga cerdas dalam membangun komunikasi yang berkeadaban, demokratis, dan inklusif. (rls)