SUKAMARA — Bupati Sukamara Masduki mengingatkan bahwa persoalan kemiskinan tidak semata-mata berkaitan dengan rendahnya pendapatan maupun kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, kemiskinan memiliki dimensi yang lebih luas, termasuk keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, jaminan sosial, serta kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup.

Karena itu, Masduki menilai penanggulangan kemiskinan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, bukan hanya pemerintah.

“Penanggulangan kemiskinan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat secara luas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Masduki secara khusus mengajak perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sukamara untuk turut mengambil peran melalui program dan langkah nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Menurutnya, kontribusi berbagai pihak dapat diarahkan pada sejumlah sektor strategis, seperti penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, perluasan kesempatan kerja dan berusaha, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta keluarga prasejahtera.

“Kita optimistis dengan penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, perluasan kesempatan kerja dan berusaha, serta pemberdayaan UMKM dan keluarga prasejahtera, kita dapat menurunkan angka kemiskinan dan mewujudkan masyarakat Sukamara yang lebih sejahtera,” pungkasnya.(bib)