IBUKOTA.ONLINE, KOTAWARINGIN BARAT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama pemangku kepentingan memperkuat pemerataan akses layanan keuangan melalui puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk jasa keuangan sekaligus mendorong pemanfaatannya secara bertanggung jawab.

Penyelenggaraan BIK 2026 melibatkan pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, KADIN, lembaga jasa keuangan, perguruan tinggi, satuan pendidikan, dan mitra strategis lainnya. Kegiatan ini bertepatan dengan World Investor Week dan Bulan Dana Pensiun.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan akses keuangan perlu dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar memperluas kepemilikan produk keuangan.

“Inklusi keuangan bukan sekadar memastikan masyarakat memiliki akses terhadap layanan jasa keuangan, tetapi bagaimana akses tersebut dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan. Melalui momentum BIK, World Investor Week, dan Bulan Dana Pensiun, kami mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan menabung, memahami investasi, serta merencanakan masa pensiun sejak dini sebagai fondasi ketahanan finansial jangka panjang,” terang Primandanu.

Jumlah investor pasar modal Kalimantan Tengah meningkat dari 130.330 orang pada Agustus 2025 menjadi 277.328 orang pada Agustus 2026. Kotawaringin Barat menyumbang 32.800 investor atau 11,83 persen dari total investor provinsi.

Nilai transaksi saham di Kotawaringin Barat naik dari Rp13,29 miliar menjadi Rp20,16 miliar. Sementara itu, aset dana pensiun Kalimantan Tengah bertambah 3,9 persen, dari Rp114,84 miliar menjadi Rp119,42 miliar.

Sekretaris Daerah Kotawaringin Barat, Rody Iskandar, yang mewakili bupati, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya kerja sama untuk memperluas layanan keuangan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Daerah, OJK, lembaga jasa keuangan, dan dunia usaha dalam meningkatkan literasi serta memperluas akses keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM, generasi muda, penyandang disabilitas, dan masyarakat perdesaan. Dengan akses keuangan yang semakin merata, perekonomian daerah diharapkan dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan,” terang Rody.

Acara puncak juga menghadirkan talkshow keuangan secara hybrid dengan 400 peserta. Narasumber dari OJK, BI, BEI, dan BPJS Ketenagakerjaan membahas produk keuangan, kewaspadaan terhadap kejahatan digital dan aktivitas ilegal, investasi, serta jaminan sosial ketenagakerjaan.

Stan layanan perbankan dan pasar modal disediakan untuk membantu peserta mendapatkan informasi dan berkonsultasi mengenai produk keuangan formal.

OJK Kalimantan Tengah berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan literasi, memperluas akses, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan